Kamis, 23 April 2009

Sejauh Mana Harus Memberikan Privasi?

Banyak orang yang salah-kaprah dalam memandang sebuah hubungan. Kita sering beranggapan bahwa, ketika kita telah memilih seseorang untuk menjadi pasangan, maka sejak itulah kita tak lagi memiliki privasi. Semua hal mesti dibagi bersama pasangan. Anda tidak memiliki dunia lain selain dunia bersamanya. Padahal, Anda dan dia adalah dua pribadi yang berbeda, yang memiliki kebutuhan yang berbeda pula. Negosiasikan saja
Kebutuhan seseorang untuk memiliki otonomi pribadi sebenarnya sangat manusiawi. Persoalannya, bagaimana membedakan antara kebutuhan bersama dan privasi? Seberapa luas privasi boleh dimiliki Anda dan pasangan? Tak ada yang bisa memetakannya karena tergantung setiap pasangan memiliki batasan privasi yang berbeda satu sama lain. Ini bergantung pada negosiasi Anda dan Si Dia.Susan Page, dalam bukunya The 8 Essential Traits of Couple Who Thrive, mengungkapkan bahwa pasangan yang harmonis akan sangat hati-hati membagi waktu, ruang, pekerjaan, uang, rahasia, dan tanggung jawab emosional mereka. Ini membuat mereka merasa bebas untuk saling bergantung dan mengekspresikan keintiman tanpa takut kehilangan jati diri. Percaya diri dan suportif
Jangan artikan "ruang pribadi" sebagai hal-hal yang bersifat rahasia. Ini hanya masalah kebutuhan pribadi. Maksudnya, jika Anda tidak suka dia membuka e-mail Anda, bukan karena Anda menyimpan e-mail rahasia dengan mantan atau kekasih gelap, tetapi karena Anda merasa e-mail pribadi Anda tak ada kaitan dengan dirinya.
Area pribadi
Setiap orang dan pasangan memiliki area pribadi yang berbeda-beda. Namanya wilayah pribadi, maka sudah sewajarnya jika dia atau Anda menginginkan wilayah itu tidak dilanggar. Berikut ini beberapa hal yang dianggap sebagai area pribadi dan area bersama. * Pekerjaan
Bagi sebagian orang, pekerjaan adalah wilayah pribadi yang tak seorang pun boleh mencampurinya, termasuk pasangan. Dia mungkin tak keberatan Anda mengetahui pekerjaan dan tugasnya secara umum. Tetapi dia akan keberatan jika Anda ikut campur dalam setiap persoalan kantornya. Anda dan dia sebaiknya memang tidak mencampurkan pekerjaan masing-masing. Biarlah pekerjaan menjadi tanggung jawab masing-masing karena sebagai individu, Anda dan dia tentu butuh aktualisasi diri dan eksistensi.

* Barang-barang pribadi
Ponsel, dompet, buku harian, plus surat-surat cinta lama Anda, termasuk benda-benda pribadi. Sejauh mana benda-benda itu tak boleh diganggu, tergantung kesepakatan.

* Uang
Dalam hal keuangan, setiap pasangan memang harus terbuka satu sama lain. Jika hubungan sudah serius, boleh-boleh saja Anda dan dia mengungkapkan besarnya gaji. Anda juga boleh mengatakan bahwa Anda memiliki beberapa aset dan rekening di beberapa bank. Namun, berapa besar dana yang disimpan, sebaiknya Anda sendiri yang tahu.

* Aktivitas harian
Biarkan pasangan Anda mengetahui kegiatan yang akan Anda lakukan hari ini, di mana dan akan bertemu siapa saja. Ini adalah hal penting, terlebih bila Anda berdua memiliki pekerjaan yang mengharuskan bertemu banyak orang dan sering bepergian keluar kota atau keluar negeri. Namun, tahu jadwal harian pasangan bukan berarti Anda harus mengeceknya setiap saat. Telepon dia saat makan siang. Atau, ketika pasangan sedang di luar kota, telepon dia waktu sarapan sebelum dia memulai aktivitasnya. Atau, menelepon dia malam sebelum tidur juga ampuh untuk tetap menjaga kontak Anda berdua.

* Cinta lama
Sebelum melangkah ke gerbang pernikahan, setiap orang memang perlu untuk bercerita tentang kisah cintanya di masa lalu. Namun, yang harus diingat adalah jangan membuka segala hal tentang detail kisah cinta Anda dengan mantan-mantan, apalagi menceritakan hal-hal romantis yang pernah Anda lakukan dulu.

Hanya cinta yang bisa , Menaklukkan dendam
Hanya kasih sayang tulus , Yang mampu menyentuh
Hanya cinta yang bisa , Mendamaikan benci
Hanya kasih sayang tulus Yang mampu menembus
Ruang dan waktu

( dari lagunya Agnes Monica

Punya Panggilan Sayang untuk Pasangan?

Banyak suami-istri atau pasangan kekasih yang memanggil satu sama lain dengan panggilan "Sayang" atau "Yang", "Honey", atau "Babe". Begitu melekatnya panggilan ini pada diri masing-masing, sampai-sampai panggilan sayang itu terdengar biasa, atau terdengar seperti nama sesungguhnya saja. Seringkali hubungan suami-istri juga sudah begitu menyatu, sehingga memanggil "sayang" sambil mengomel pun bisa saja terjadi.

Pada beberapa pasangan lain, panggilan sayang juga diberikan dalam bentuk yang lebih pribadi. Ada rekan Kompas.com yang punya panggilan sayang "Bung" untuk suaminya, karena sang suami berasal dari etnis tertentu. Pasangan yang lain punya panggilan "Ndut" untuk masing-masing, karena sama-sama bertubuh subur.

Memiliki panggilan sayang khusus memang unik, karena "sejarah" nama kesayangan tersebut hanya Anda berdua yang mengetahui, dan tentu tidak akan dipakai oleh pasangan lain. Private nickname mampu menunjukkan kedekatan antara pasangan tersebut. Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Social and Personal Relationship mengatakan bahwa kepuasan dalam hubungan meningkat dengan adanya insider language, atau bahasa-bahasa yang hanya dimengerti dan digunakan oleh kedua pasangan.

James Turndoff, PhD, seorang terapis relationship, mengatakan, "Menggunakan nicknames dan bahasa yang dibuat sendiri adalah cara yang mudah untuk menyampaikan komunikasi yang positif dalam hidup sehari-hari." Private language, menurutnya, juga merupakan cara yang baik untuk menampilkan hubungan yang penuh kerjasama, partner yang saling mendukung.

Bahkan bila Anda ingat, nicknames sebenarnya tak hanya berlaku bagi pasangan kekasih. Dalam pergaulan di kantor atau di lingkungan hobi, selalu ada orang-orang yang memiliki panggilan khusus. Misalnya, ada Ari Tulang, ada Ari Daginkz. Ada nama yang sekadar dibolak-balik agar terdengar lucu. Baik nama yang bermakna khusus, atau sekadar untuk lucu-lucuan, hal tersebut menunjukkan keakraban, kedekatan yang sama.

Pendek kata, bila Anda dan pasangan memiliki panggilan khusus, sebutlah dengan perasaan bangga dan sayang. Bagi orang lain, mungkin Anda adalah sekadar nama. Namun bagi Si Dia, Anda adalah Upil, Si Nyet, Nong Nong, atau apa pun, yang sangat istimewa untuknya.