Jangan anggap enteng kekuatan pikiran, karena bisa mengubah hidup Anda.
TERKAIT:
* Pria Membakar Kalori Lebih Cepat?
* Makin Berlemak, Makin Sulit Berhenti Makan
* Stres? Hindari yang Manis dan Berlemak
* Lebih Langsing dengan Cuka?
* Redam Stres Tanpa Makanan
Bagi Anda yang ingin mengikis timbunan lemak di sekitar perut, enam rahasia berikut ini mungkin bisa membantu. Tip ini adalah langkah bijak sana tanpa harus melakukan operasi sedot lemak.
Tip ini adalah bocoran dari buku The Flat Belly Diet yang ditulis Liz Vaccariello dan Cynthia Sass. Mereka adalah editor majalah kesehatan Prevention.
1. Makanlah dengan cara mengonsumsi empat hidangan masing-masing bernilai 400 kalori setiap hari.
2. Jangan pernah membiarkan perut Anda kosong lebih dari empat jam.
3. Masukan jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal mono-unsaturated (MUFA) dalam menu Anda. Contoh makanan yang mengandung MUFA adalah kacang-kacangan (termasuk kacang tanah, kacang mete, kacang almond, kacang Brazil, kemiri dan pistachios) alpukat, zaitun, dan sayur-sayuran berlemak lainnya, minyak kacang, minyak zaitun dan minyak canola.
4. Ketika dalam kondisi stres, tubuh Anda akan memproduksi hormon kortisol, yang akan memicu penimbunan lemak di perut. Oleh sebab itu, belajarlah mengendalikan stres supaya program perampingan perut Anda sukses.
5. Jalinlah dan pertahankan eksitensi Anda dalam kelompok dukungan (support group) yang kuat. Carilah teman sebanyak-banyaknya untuk berdiskusi dan berbagi informasi. Anda pun dapat menemukan kelompok dukungan secara online.
6. Biasakan untuk mencatat dan mengingat apa saja yang telah Anda makan dan berapa banyak jumlahnya.
Rabu, 06 Januari 2010
Peramping Perut yang Sukses
Ilustrasi
TERKAIT:
* Bahaya Lemak di Pinggang Kurang Disadari
* 8 Saran Redam Hasrat Menyantap Makanan Manis
* Jauhi Penyakit dengan Melahap Serat
* 6 Rahasia Mengikis Lemak Perut
* Pria Membakar Kalori Lebih Cepat?
KOMPAS.com - Pembesaran perut merupakan bagian dari proses penuaan yang alami baik pada pria maupun wanita, meski pada pria kecenderungan ini lebih nyata. Meski begitu, bagian menggembung di tengah tubuh ini bukan tak mungkin dihilangkan. Anda dapat mengusir lemak di perut dengan cara berikut:
Kurangi atau hindari alkohol
Dalam bahasa Inggris adalah istilah beer belly untuk perut yang buncit. Oleh sebab itu mengurangi atau menghindari minuman beralkohol mungkin bisa mengempiskan kembali bagian itu. Dalam sebuah studi besar-besaran, pria dan wanita yang minum lebih dari dua takar sehari memiliki perbandingan lingar pinggang terhadap lingkar pinggul lebih besar.
Stop rokok
Para peneliti menemukan perut gendut dua kali lebih banyak di kalangan perokok dibanding bukan perokok.
Olahraga
Olahraga yang dianjurkan untuk mengurangi lingkar pinggang adalah olahraga sampai napas tersengal-sengal. Untuk membakar lemak di perut, olahraga harus terdiri dari dua hal, kata Bryant Stamford, Ph.D, direktur Health Promotion Center di University of Louisville, Amerika Serikat. Pertama, mulailah dengan olahraga yang keras yang memicu terlepasnya adrenalin dalam jumlah banyak. Hormon ini dapat melepaskan lemak untuk digunakan sebagai bahan bakar. Efek ini dapat diperoleh dari olahraga berjalan cepat.
Selanjutnya latihan tersebut harus disambung dengan latihan aerobik cukup lama, yang akan membakar lemak bebas tadi. Berjalan santai sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan itu. Atau Anda bisa mencangkul tanah di kebun dan dilanjutkan dengan membabat rumput.
Pembentukan
Setelah lemak dilepas, dibakar dengan latihan aerobik, dan ditambah lagi dengan mengurangi makanan berlemak, latihan pembentukan setiap hari sungguh dapat membantu memperbaiki bentuk tubuh Anda. Lakukan sit-up atau jenis latihan lainnya secara bertahap.
TERKAIT:
* Bahaya Lemak di Pinggang Kurang Disadari
* 8 Saran Redam Hasrat Menyantap Makanan Manis
* Jauhi Penyakit dengan Melahap Serat
* 6 Rahasia Mengikis Lemak Perut
* Pria Membakar Kalori Lebih Cepat?
KOMPAS.com - Pembesaran perut merupakan bagian dari proses penuaan yang alami baik pada pria maupun wanita, meski pada pria kecenderungan ini lebih nyata. Meski begitu, bagian menggembung di tengah tubuh ini bukan tak mungkin dihilangkan. Anda dapat mengusir lemak di perut dengan cara berikut:
Kurangi atau hindari alkohol
Dalam bahasa Inggris adalah istilah beer belly untuk perut yang buncit. Oleh sebab itu mengurangi atau menghindari minuman beralkohol mungkin bisa mengempiskan kembali bagian itu. Dalam sebuah studi besar-besaran, pria dan wanita yang minum lebih dari dua takar sehari memiliki perbandingan lingar pinggang terhadap lingkar pinggul lebih besar.
Stop rokok
Para peneliti menemukan perut gendut dua kali lebih banyak di kalangan perokok dibanding bukan perokok.
Olahraga
Olahraga yang dianjurkan untuk mengurangi lingkar pinggang adalah olahraga sampai napas tersengal-sengal. Untuk membakar lemak di perut, olahraga harus terdiri dari dua hal, kata Bryant Stamford, Ph.D, direktur Health Promotion Center di University of Louisville, Amerika Serikat. Pertama, mulailah dengan olahraga yang keras yang memicu terlepasnya adrenalin dalam jumlah banyak. Hormon ini dapat melepaskan lemak untuk digunakan sebagai bahan bakar. Efek ini dapat diperoleh dari olahraga berjalan cepat.
Selanjutnya latihan tersebut harus disambung dengan latihan aerobik cukup lama, yang akan membakar lemak bebas tadi. Berjalan santai sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan itu. Atau Anda bisa mencangkul tanah di kebun dan dilanjutkan dengan membabat rumput.
Pembentukan
Setelah lemak dilepas, dibakar dengan latihan aerobik, dan ditambah lagi dengan mengurangi makanan berlemak, latihan pembentukan setiap hari sungguh dapat membantu memperbaiki bentuk tubuh Anda. Lakukan sit-up atau jenis latihan lainnya secara bertahap.
Buah Delima Tangkal Kanker Payudara
Buah Delima
TERKAIT:
* Ayo Diet Perbesar Payudara!
* Suplemen Tulang Cegah Kanker Payudara
* Kesepian dan Stres Undang Kanker Payudara
* Periksa Payudara dengan Mamografi Tak Mahal, Loh!
* Pasien Kanker Payudara Perlu Vitamin D
healthdaynews
KOMPAS.com — Buah delima kini makin populer karena khasiatnya yang menguntungkan bagi kesehatan. Selain baik untuk jantung, buah delima ternyata juga efektif untuk melawan kanker payudara.
Hasil tes di laboratorium menunjukkan bahwa delima (pomegranate) mengandung senyawa kimia yang mampu mengurangi risiko terbentuknya hormon yang menyebabkan kanker payudara.
Buah yang rasanya segar dan manis ini mengandung fitokimia dan tinggi kandungan polifenol antioksidan. Senyawa tersebut berfungsi menghambat enzim yang berkaitan dengan perkembangan estrogen. Kanker payudara sangat dipengaruhi hormon estrogen. Jika seorang perempuan sudah tidak lagi memproduksi hormon estrogen, maka risiko terkena kanker payudara akan menurun.
"Kami cukup terkejut oleh hasil riset kami. Sebelumnya kami menemukan buah-buahan lain, seperti anggur, mampu bekerja sebagai penghambat enzim. Namun, fitokimia pada buah delima dan anggur ternyata berbeda," kata Shuan Chen, Ketua Peneliti dari Breast Cancer Research Program di City of Hope, California, AS.
Meski demikian, para peneliti belum bisa memastikan jumlah dosis yang efektif untuk mencegah kanker payudara mengingat senyawa kimia yang berasal dari makanan tidak mudah diserap.
Namun, para ahli mengatakan tak ada salahnya mengonsumsi minuman sari buah delima, apalagi kandungan antioksidan dalam satu gelas delima lebih banyak dibanding dengan satu gelas red wine, teh hijau, atau orange juice. "Selain mencegah perkembangan kanker payudara, sari buah delima juga akan melindungi organ dan jaringan tubuh lainnya," kata Chen.
TERKAIT:
* Ayo Diet Perbesar Payudara!
* Suplemen Tulang Cegah Kanker Payudara
* Kesepian dan Stres Undang Kanker Payudara
* Periksa Payudara dengan Mamografi Tak Mahal, Loh!
* Pasien Kanker Payudara Perlu Vitamin D
healthdaynews
KOMPAS.com — Buah delima kini makin populer karena khasiatnya yang menguntungkan bagi kesehatan. Selain baik untuk jantung, buah delima ternyata juga efektif untuk melawan kanker payudara.
Hasil tes di laboratorium menunjukkan bahwa delima (pomegranate) mengandung senyawa kimia yang mampu mengurangi risiko terbentuknya hormon yang menyebabkan kanker payudara.
Buah yang rasanya segar dan manis ini mengandung fitokimia dan tinggi kandungan polifenol antioksidan. Senyawa tersebut berfungsi menghambat enzim yang berkaitan dengan perkembangan estrogen. Kanker payudara sangat dipengaruhi hormon estrogen. Jika seorang perempuan sudah tidak lagi memproduksi hormon estrogen, maka risiko terkena kanker payudara akan menurun.
"Kami cukup terkejut oleh hasil riset kami. Sebelumnya kami menemukan buah-buahan lain, seperti anggur, mampu bekerja sebagai penghambat enzim. Namun, fitokimia pada buah delima dan anggur ternyata berbeda," kata Shuan Chen, Ketua Peneliti dari Breast Cancer Research Program di City of Hope, California, AS.
Meski demikian, para peneliti belum bisa memastikan jumlah dosis yang efektif untuk mencegah kanker payudara mengingat senyawa kimia yang berasal dari makanan tidak mudah diserap.
Namun, para ahli mengatakan tak ada salahnya mengonsumsi minuman sari buah delima, apalagi kandungan antioksidan dalam satu gelas delima lebih banyak dibanding dengan satu gelas red wine, teh hijau, atau orange juice. "Selain mencegah perkembangan kanker payudara, sari buah delima juga akan melindungi organ dan jaringan tubuh lainnya," kata Chen.
Langganan:
Postingan (Atom)
