Rabu, 06 Januari 2010

Ingin "Berada di Puncak Dunia", Tidurlah Lebih Awal

Bawa si kecil ke tempat tidur lebih awal.
TERKAIT:

* Menghapal Sambil Tidur Lebih Efektif?
* Berapa Kebutuhan Tidur Kita?
* "Sexomnia", Bercinta Sambil Tidur
* Ingin Tidur Lelap? Redupkan Lampunya
* Tidur Itu Harus Mimpi


Orangtua tampaknya sudah lama benar! Tidur lebih awal adalah kunci untuk memperoleh tidur yang cukup dan membantu remaja merasa "berada di puncak dunia", demikian laporan satu studi baru di Amerika Serikat.

Kurang tidur di antara remaja mungkin memicu depresi dan pikiran untuk bunuh diri, kata studi tersebut—yang dikerjakan oleh Columbia University Medical Center.

"Hasil kami sejalan dengan teori bahwa tidur yang tak memadai adalah faktor risiko bagi depresi, yang berkaitan dengan faktor lain perlindungan dan risiko melalui banyak jalur sebab-akibat sampai ke perkembangan gangguan gairah ini," kata penulis utama studi tersebut, James Gangwisch.

"Karena itu, tidur berkualitas yang cukup dapat menjadi langkah pencegahan terhadap depresi dan pengobatan bagi depresi," dia menambahkan di dalam studi yang disiarkan di dalam majalah Sleep, terbitan Jumat (1/1/2010).

Studi tersebut mengikuti kebiasaan pada malam hari sebanyak 15.659 siswa dan mahasiswa, dan mendapati mereka yang secara rutin tidur setelah tengah malam menghadapi risiko 24 persen lebih tinggi untuk terserang depresi dibandingkan dengan mereka yang naik ke ranjang sebelum pukul 22.00.

Tukang begadang juga menghadapi risiko 20 persen lebih tinggi dalam menghadapi pikiran untuk bunuh diri, tambah studi tersebut.

American Academy of Sleep Medicine menyarankan, remaja mesti tidur setidaknya sembilan jam atau lebih setiap malam. Mereka yang naik ke tempat tidur sebelum pukul 22.00 melaporkan, mereka tidur rata-rata sekitar delapan jam dan 10 menit.

Namun, jumlah jam tidur merosot tajam bagi mereka yang naik ke ranjang setelah tengah malam.

Dan remaja yang tidur lima jam atau kurang setiap malam menghadapi 71 persen kemungkinan untuk terserang depresi dan 48 persen lebih besar untuk melakukan bunuh diri, kata studi itu.

"Sudah menjadi pendapat umum dan dugaan masyarakat bahwa remaja tak perlu tidur sama banyaknya dengan ketika mereka berusia sebelum remaja, tapi banyak studi menunjukkan, remaja sebenarnya memerlukan lebih banyak tidur," kata Gangwisch.

"Beberapa studi telah mendapati bahwa remaja tidak tidur cukup awal untuk menggantikan dimulainya jam pelajaran sekolah yang lebih awal, dan peralihan ke dimulainya jam pelajaran lebih awal telah terbukti berkaitan dengan merosotnya waktu tidur bagi remaja," katanya.

Hati-Hati Konsumsi Vitamin E Dosis Tinggi

TERKAIT:

* Vitamin E, Sahabat Kulit dan Jantung
* Kapan Anda Butuh Vitamin Ekstra?
* Vitamin E, Pilih Mana?
* Dosis Tinggi Vitamin E Picu Kanker Paru
* Kurang Vitamin E = Sengsara di Masa Tua

Hati-hatilah menggunakan vitamin E dosis tinggi! Alih-alih mendatangkan manfaat, konsumsi vitamin E mungkin saja dapat merusak tubuh Anda.

Ya. Penggunaan vitamin E dosis tinggi secara sembarangan mungkin harus dihindari karena berdasarkan hasil riset baru, kebiasaan menenggak vitamin E dosis tinggi bukannya mendatangkan manfaat, tetapi bisa menurunkan kualitas hidup Anda.

Para peneliti di Tel Aviv University (TAV) menyimpulkan hal itu setelah mengkaji data dari lebih 300.000 orang di Amerik Serikat, Eropa dan Israel. Temuan mereka dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal kardiologi terkemuka, Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology.

Dengan memakai pendekatan yang berbeda dengan studi sebelumnya, tim peneliti menyatukan pendapat mereka guna membuat kesimpulan mengenai penggunaan vitamin E.

Kajian mengenai hasil penelitian masa lalu itu mengungkapkan, partisipan yang tidak mengkonsumsi asupan Vitamin E justru menikmati kualitas hidup (quality-adjusted life years/QALY) yang lebih baik. Parameter QALY adalah pengukuran standar yang digunakan pada obat-obatan guna menilai dampak campur-tangan medis.

"Studi baru kami memperlihatkan, sebagian orang mungkin dirugikan oleh obat-obatan tersebut, sementara yang lain mungkin memperoleh manfaat. Kami berusaha mengidentifikasi kelompok mana yang paling mungkin memperoleh manfaat dari Vitamin E," ungkap salah satu peneliti, Dr. Ily Pinchuk.

"Temuan penting kami adalah rata-rata QALY orang yang memeroleh asupan Vitamin E 0,30 lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang tak menggunakannya. Ini, tentu saja, tak berarti setiap orang yang mengkonsumsi Vitamin E memperpendek masa hidup mereka hampir 4 bulan. Tetapi rata-rata kualitas harapan hidup orang yang mengkonsumsi vitamin lebih rendah. Ini adalah sesuatu yang signifikan," ujarnya.

Minum Obat Pakai Sendok Makan, Awas Overdosis!

Berhati-hatilah bila Anda terbiasa menggunakan sendok teh atau sendok makan sebagai sendok takar untuk minum obat. Pasalnya, dosis obat yang Anda minum akan melebihi dosis normal yang dianjurkan.

Seperti halnya ukuran piring makan yang memengaruhi porsi makanan yang diasup, demikian juga dengan ukuran sendok takar yang digunakan. "Takaran yang tidak pas bisa berakibat kelebihan dosis," kata Koert van Ittersum, peneliti dari Georgia Institute of Technology.

Dalam penelitian yang dilakukan Ittersum diketahui, saat responden menggunakan sendok teh ukuran sedang, dosis obat yang diminum berkurang 8 persen. Sementara itu, saat menggunakan sendok teh yang berukuran lebih besar, dosis obatnya rata-rata kelebihan 12 persen.

Meski kelebihan atau kekurangan obat cair tidak akan membahayakan jiwa, tetapi bila pengobatan dilakukan dalam jangka panjang, hal itu tentu akan menimbulkan konsekuensi kesehatan. Ini terutama pada anak-anak. Oleh sebab itu, selalu gunakan sendok obat yang biasanya terdapat dalam kemasan.