Kehamilan merupakan masa terjadi banyak perubahan hormonal dalam tubuh. Meski kehamilan membawa banyak keceriaan dan kebahagiaan untuk keluarga, namun perubahan hormon bisa menimbulkan masalah tersendiri, khususnya pada kulit. Jerawat, masalah pigmen, kulit kering dan gatal, varises, kuku rapuh, rambut rontok, dan lainnya. Rasa nyaman terhadap diri sendiri penting untuk ibu hamil, dan ini juga berarti tampil cantik senantiasa. Sayangnya, ibu hamil tak sebebas kala ia sedang tak hamil. Ibu hamil harus tahu obat atau zat kimia apa saja yang boleh dan yang tidak ia gunakan.
Jerawat adalah salah satu masalah umum yang melanda ibu hamil. Umumnya, untuk mengatasi masalah jerawat, akan digunakan obat-obatan topikal (dioleskan pada kulit). Namun, ibu hamil harus mewaspadai obat-obatan yang akan ia gunakan. Hindari produk kulit yang mengandung salicylic acid, benzoyl peroxide, atau yang mengandung retinoid. Jika memungkinkan, hindari segala obat-obatan yang mengandung zat kimia buatan. Jika memang harus digunakan, konsultasikan dulu kepada dokter kandungan Anda mengenai zat apa yang aman digunakan. Cara alami menghindari masalah jerawat adalah dengan membersihkan wajah secara teratur. Pasalnya, wajah ibu hamil akan lebih berminyak ketimbang bagian tubuh lain, ketika ada pori-pori yang tersumbat, maka jerawat pun timbul. Gunakan sabun yang lembut, pelembap bebas minyak, dan tabir surya alami. Konsumsi makanan dan minuman yang sehat. Perbanyak air putih. Jika segala cara belum berhasil, hadapilah dengan lapang dada. Karena bagaimana pun, yang terpenting bayi dan Anda dalam keadaan sehat, lagipula masalah jerawat ini sifatnya sementara.
Rabu, 10 Februari 2010
Minum Susu Saat Hamil Hadang Risiko Multiple Sclerosis
Bayi yang lahir dari ibu yang semasa hamilnya rajin minum susu dan sering mengonsumsi makanan mengandung vitamin D, lebih rendah risikonya untuk terkena penyakit multiple sclerosis.
Kesimpulan tersebut dihasilkan berdasarkan studi yang melibatkan 35.794 responden yang terdiri dari perawat yang ibunya memberikan informasi tentang pola makan mereka selama hamil. Selama 16 tahun kesehatan mereka terus dipantau dan 199 responden menderita penyakit multiple sclerosis (MS).
Multiple sclerosis adalah penyakit yang menyerang susunan saraf pusat dan menyebabkan kecacatan saraf berupa kebutaan, kelumpuhan anggota gerak dan kemampuan bicara. Kerusakan sel-sel otak disebabkan oleh proses inflamasi dan kerusakan pada myelin, lapisan pembungkus serabut saraf dan degenerasi sel-sel saraf.
"Kami menemukan risiko MS pada anak yang ibunya minum empat gelas susu per hari selama hamil, 56 persen lebih rendah dibanding anak yang ibunya jarang minum susu," kata Dr.Fariba Mirzaei dari Harvard School of Public Health, AS. Selain konsumsi susu, para peneliti juga menemukan risiko terkena penyakit MS bisa ditekan bila ibu hamil mengalami kecukupan vitamin D.
Kesimpulan tersebut dihasilkan berdasarkan studi yang melibatkan 35.794 responden yang terdiri dari perawat yang ibunya memberikan informasi tentang pola makan mereka selama hamil. Selama 16 tahun kesehatan mereka terus dipantau dan 199 responden menderita penyakit multiple sclerosis (MS).
Multiple sclerosis adalah penyakit yang menyerang susunan saraf pusat dan menyebabkan kecacatan saraf berupa kebutaan, kelumpuhan anggota gerak dan kemampuan bicara. Kerusakan sel-sel otak disebabkan oleh proses inflamasi dan kerusakan pada myelin, lapisan pembungkus serabut saraf dan degenerasi sel-sel saraf.
"Kami menemukan risiko MS pada anak yang ibunya minum empat gelas susu per hari selama hamil, 56 persen lebih rendah dibanding anak yang ibunya jarang minum susu," kata Dr.Fariba Mirzaei dari Harvard School of Public Health, AS. Selain konsumsi susu, para peneliti juga menemukan risiko terkena penyakit MS bisa ditekan bila ibu hamil mengalami kecukupan vitamin D.
Sperma yang Berkualitas
Selain mengetahui masa subur pasangan, calon ayah juga perlu mempersiapkan kualitas dan kuantitas benih dalam pembuahan karena kesuburan calon ayah sangat bergantung pada dua hal tersebut.
Agar disebut sebagai sel sperma berkualitas, setidaknya ada tiga kriteria yang harus dipenuhi:
1. Kuantitas
Seorang pria dianggap subur bila memiliki lebih dari 20 juta sperma per milimeter cairan mani. Meski begitu, menurut para ahli, memiliki sperma yang sehat (berkualitas) sama pentingnya dengan jumlah sperma yang diproduksi.
Dari berjuta-juta sel sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi, hanya 200 sel sperma yang bisa mencapai sel telur di tuba falopi (saluran indung telur). Dari jumlah ini, hanya satu sel sperma yang beruntung bisa membuahi sel telur.
2. Kualitas
Morfologi (bentuk dan struktur) sperma juga tak kalah pentingnya dalam menentukan keberhasilan pembuahan. Bila sepertiga dari jumlah sperma yang dihasilkan memiliki bentuk dan struktur yang normal maka kemungkinan terjadinya pembuahan juga makin tinggi.
Sperma yang normal memiliki bentuk kepala oval dan ekor panjang untuk mendorongnya maju dan berenang mencapai sel telur. Sperma yang bentuknya besar, kecil, lonjong, keriting, atau memiliki ekor dobel, lebih sulit membuahi sel telur.
3. Pergerakan
Untuk mencapai target, sperma harus mampu bergerak. Bila tidak bisa bergerak, bisa-bisa sperma malah akan terbawa cairan mani dan menjauhi sel telur. Agar bisa mencapai sel telur, sperma harus bergerak sendiri. Sel sperma harus gesit dan berenang sejauh beberapa inci untuk mencapai dan membuahi sel telur. Anda disebut subur bila minimal separuh sperma bergerak maju.
Lalu, apa saja yang perlu dilakukan agar sperma berada dalam performa terbaiknya?
- Minum multivitamin
Konsumsi multivitamin setiap hari bisa membantu memenuhi asupan tubuh akan selenium, zinc, dan asam folat, yang merupakan nutrisi penting untuk produksi sperma.
- Konsumsi buah dan sayur
Buah dan sayur sangat kaya akan antioksidan yang baik untuk meningkatkan kondisi sperma.
- Kurangi stres
Stres berpengaruh buruk pada hormon-hormon yang penting dalam produksi sperma. Stres juga jadi biang keladi menurunnya hasrat seksual.
- Olahraga teratur
Aktivitas fisik secara teratur akan membuat tubuh lebih sehat, termasuk juga kesehatan organ reproduksi. Tetapi, jangan berlebihan. Pria yang intensitas olahraganya berlebihan menunjukkan perubahan sementara pada kadar hormon dan menurunnya kualitas sperma.
- Jaga berat badan
Terlalu banyak atau terlalu sedikit lemak tubuh akan menganggu produksi hormon testoteron yang berakibat pada menurunnya jumlah sperma dan meningkatnya jumlah sperma yang abnormal. Selain itu, lemak berlebih juga bisa menganggu aliran darah ke testis.
Agar disebut sebagai sel sperma berkualitas, setidaknya ada tiga kriteria yang harus dipenuhi:
1. Kuantitas
Seorang pria dianggap subur bila memiliki lebih dari 20 juta sperma per milimeter cairan mani. Meski begitu, menurut para ahli, memiliki sperma yang sehat (berkualitas) sama pentingnya dengan jumlah sperma yang diproduksi.
Dari berjuta-juta sel sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi, hanya 200 sel sperma yang bisa mencapai sel telur di tuba falopi (saluran indung telur). Dari jumlah ini, hanya satu sel sperma yang beruntung bisa membuahi sel telur.
2. Kualitas
Morfologi (bentuk dan struktur) sperma juga tak kalah pentingnya dalam menentukan keberhasilan pembuahan. Bila sepertiga dari jumlah sperma yang dihasilkan memiliki bentuk dan struktur yang normal maka kemungkinan terjadinya pembuahan juga makin tinggi.
Sperma yang normal memiliki bentuk kepala oval dan ekor panjang untuk mendorongnya maju dan berenang mencapai sel telur. Sperma yang bentuknya besar, kecil, lonjong, keriting, atau memiliki ekor dobel, lebih sulit membuahi sel telur.
3. Pergerakan
Untuk mencapai target, sperma harus mampu bergerak. Bila tidak bisa bergerak, bisa-bisa sperma malah akan terbawa cairan mani dan menjauhi sel telur. Agar bisa mencapai sel telur, sperma harus bergerak sendiri. Sel sperma harus gesit dan berenang sejauh beberapa inci untuk mencapai dan membuahi sel telur. Anda disebut subur bila minimal separuh sperma bergerak maju.
Lalu, apa saja yang perlu dilakukan agar sperma berada dalam performa terbaiknya?
- Minum multivitamin
Konsumsi multivitamin setiap hari bisa membantu memenuhi asupan tubuh akan selenium, zinc, dan asam folat, yang merupakan nutrisi penting untuk produksi sperma.
- Konsumsi buah dan sayur
Buah dan sayur sangat kaya akan antioksidan yang baik untuk meningkatkan kondisi sperma.
- Kurangi stres
Stres berpengaruh buruk pada hormon-hormon yang penting dalam produksi sperma. Stres juga jadi biang keladi menurunnya hasrat seksual.
- Olahraga teratur
Aktivitas fisik secara teratur akan membuat tubuh lebih sehat, termasuk juga kesehatan organ reproduksi. Tetapi, jangan berlebihan. Pria yang intensitas olahraganya berlebihan menunjukkan perubahan sementara pada kadar hormon dan menurunnya kualitas sperma.
- Jaga berat badan
Terlalu banyak atau terlalu sedikit lemak tubuh akan menganggu produksi hormon testoteron yang berakibat pada menurunnya jumlah sperma dan meningkatnya jumlah sperma yang abnormal. Selain itu, lemak berlebih juga bisa menganggu aliran darah ke testis.
Langganan:
Postingan (Atom)
