Rabu, 27 Januari 2010

KoKi Tips tentang GOSIP

Rasanya tak perlu dijabarkan lagi, semua orang pasti sudah akrab dengan kata ini. Gosip adalah obrolan atau cerita tentang orang lain yang bersifat negatif. Jadi kalau obrolannya tentang diri sendiri lebih cocok disebut curhat, jika obrolannya bersifat positif juga tak tepat disebut gosip. Gosip tergantung cara kita menyikapinya, bisa jadi amat mengganggu seperti wasir yang tak kunjung sembuh, atau jika kita tak ambil pusing bisa seperti kentut yang tercium busuknya lalu lenyap bersama angin.

Gosip selalu diidentikkan dengan ibu-ibu atau kaum wanita, tapi ternyata banyak juga lelaki yang tergila-gila dengan gosip. Teman lelakiku paling senang melihat acara infotainment yang menayangkan tentang Julia Perez. Dengan sebelah telinga aku terpaksa mendengarkan cerita perceraian Jupe, cinta Jupe yang tak direstui ibunya, atau Jupe sedang makan pagi bersama pacarnya. Temanku bercerita seolah dia tahu semua hal tentang hidup Jupe, padahal Jupe hanya memberi pernyataan : rahasia kecantikannya adalah banyak minum, karena sembilan puluh persen badan Jupe terdiri dari susu …. ??? hikss …

Pada dasarnya gosip adalah perbuatan yang tak berperikehatian. Menikmati kesenangan saat menceritakan keburukan atau aib orang lain. Bahkan gosip memiliki kecenderungan menjurus ke arah fitnah, karena banyaknya bumbu penyedap yang ditaburkan. Di kampungku dulu ada saudara yang dijuluki Tante Menteri Dalam Negeri, karena mengetahui semua gosip lokal di kampung kami. Sedang kakaknya dijuluki Tante Menteri Luar Negeri karena mengetahui semua gosip di luar kampung kami. Mereka adalah dua serangkai yang amat disegani, kami sebisa mungkin menghindari pertikaian dengan mereka. Sakit panu bisa menjadi kanker ganas jika mereka tak menyukai seseorang.

Jika terlalu dimasukkan ke hati, gosip bisa jadi amat menyakitkan. Sudah untung kalau cuma digosipkan stres karena cinta ditolak oleh idaman hati, tapi kalau sampai digosipkan payudara kita disuntik silikon hanya karena melimpah ruah padahal ini asli anugerah Tuhan, bukankah itu fitnah yang amat kejam! Wajar jika anda merasa kesal dan ingin menggaplok mulut si penggosip, walaupun tindakan ini kurang bijaksana.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kita lakukan jika terkena gosip. Tak ada jaminan jika melakukan langkah ini lantas anda terbebas dari rasa sakit hati. Bisa saja gosip semakin mengganas dan membuat anda ingin memecahkan piring atau gelas.

1. Menerima kenyataan :

Dimanapun anda berada, anda akan selalu bertemu dengan orang-orang seperti ini. Entah di lingkungan kantor, tetangga, keluarga, sekolah, ataupun KoKi :p. Yang dapat anda lakukan hanyalah mengelus dada, tentu saja dada anda sendiri, jangan dada orang lain.

2. Menutup telinga :

Tak perlu menghiraukan gosip yang tak sedap tentang anda. Sebuah gosip tak dapat menyakiti raga anda dan membuat anda berdarah-darah, jadi cukup tutup telinga anda. Anda dapat menggunakan kapas penyumbat telinga, tetapi hindarilah menggunakan semen campur pasir dan sejenisnya.

3. Menutup komunikasi dengan teman-teman penggosip:

Jika anda adalah orang yang sensitif dan tengah menjadi sasaran gosip, lebih baik anda menghindari komunikasi dengan para penggosip ini. Biasanya mereka mencari anda dengan dalih klarifikasi, padahal kadang mereka hanya ingin mengorek info lebih dalam tentang permasalahan anda untuk kemudian menyebarluaskannya lagi. Pernyataan apapun yang keluar dari mulut anda akan dibelokkan sesuai kehendak si penggosip dan akan semakin memperkeruh suasana. Tapi tips ini tak perlu dilakukan jika anda adalah orang bermuka tebal dan mempunyai prinsip : hajaaaaar bleh!





4. Klarifikasi terhadap orang terdekat :

Tak perlu menjelaskan kepada semua orang alasan di balik perbuatan anda. Jangan biarkan orang lain menjadi hakim bagi hidup anda. Kebenaran cukup untuk anda dan orang-orang terdekat yang anda sayangi. Hanya mereka inilah yang akan memahami, mempercayai, dan mendukung anda, tak peduli gosip apapun yang berhembus.

5. Berhati-hati dalam curhat :

Hanya curhat terhadap orang yang benar-benar dipercaya. Curhat terhadap orang yang salah akan menjadikan anda ‘Derita Dalam Berita’. Cara menguji apakah seseorang layak dipercaya atau tidak mudah saja. Anda tinggal mengarang satu cerita tentang diri anda kepadanya, lalu tunggu hingga beberapa waktu. Jika cerita itu dengan cepat menyebar, hilangkan nama orang itu dari daftar teman anda!

6. Jangan dimasukkan ke dalam hati :

Penggosip merasa lebih tahu tentang hidup kita daripada kita sendiri. Untuk apa meladeni orang seperti ini! Mereka merasakan kepuasan saat bisa memberitahukan kepada orang lain bahwa si A begini, si B begitu. Pasang filter di hati anda dan simpan yang baik-baik saja. Tak perlu kesal dan menjambak-jambak rambut sendiri, padahal si penggosip mungkin sedang tertawa bahagia karena mendapatkan bahan gosip baru.

7. Gunakan Twitter atau Blog pribadi :

Jika anda tidak gaptek dan kebetulan berjiwa seleb, anda dapat melakukan tips ini. Anggap saja anda ini Demi Moore yang sedang digosipkan memelet Ashton Kutcher. Tentu melelahkan sekali jika harus meladeni satu persatu semua orang yang bertanya. Anda tinggal menuliskan perasaan anda di blog pribadi. Jadi jika ada wartawan atau orang-orang reseh yang ingin tahu reaksi anda tentang gosip ini, anda tinggal bilang : baca saja blogku!

8. Nikmatilah hidup :

Lakukan apa yang membuat anda bahagia. Jika anda banyak masalah dan gosip tengah membelit anda, tak usah dipikirkan. Mengurung diri di kamar, menangis dua hari dua malam, bermain dart dengan foto penggosip sebagai sasaran paser (mungkin bukan ide buruk!), takkan membantu anda keluar dari kesedihan. Ada seseorang yang pernah mengajariku untuk menertawakan konflik (orang yang aneh!), walaupun saran ini hanya untuk orang bermental baja dan agak susah dilaksanakan, tapi tak ada salahnya dicoba. Anda juga bisa mengemasi barang dan pergi berlibur. Jika kocek sedang cetek, anda tinggal memutar musik di kamar dan jingkrak-jingkrak sepuasnya. Nikmatilah hidup selagi Tuhan masih memberikan waktu untuk kita.

9. Banyak berdoa :

Curhatkan saja semua masalah dan kekesalan hati anda dalam doa. Tuhan bukan produser acara infotainment, jadi takkan pernah menyebarluaskan kekurangan dan keburukan kita. Tapi hindari mendoakan orang yang menggosipkan anda agar bibirnya mendadak kesemutan permanen, karena doa dengan niat buruk dan hati penuh kemarahan takkan direspon olehNya.

Jadi tak perlu terlalu serius menanggapi gosip. Tutup mata, telinga, dan pasang filter di hati anda. Berpikiran positif adalah hal terbaik untuk diri kita sendiri. Semoga kiat-kiat di atas bisa membantu anda sekalian yang sedang terkena gosip. Walaupun agak nyeleneh dan tak bisa dipertanggung jawabkan kemanjurannya, moga-moga bisa berguna.

Silahkan berbagi pengalaman untuk para korban gosip yang sudah mempunyai jam terbang tinggi.

SEMANGAT!!!

Senin, 25 Januari 2010

Pernikahan, Menuju Hidup Lebih Bahagia

Tetap bersama dalam ikatan pernikahan benar-benar membantu Anda menemukan kebahagiaan.

TENTU tak pernah terlintas dalam angan saat keinginan membina rumah tangga, ada pula keinginan meruntuhkannya. Setiap orang akan berusaha menjaga ikatan cintanya bersama pasangan.

Anak-anak dapat membantu orangtuanya saat menghadapi ancaman perceraian. Hal tersebut ditegaskan oleh sebuah studi Dr Luis Angeles dari Universitas Glasgow di Inggris, seperti dilansir shine.

Penelitian Angeles menunjukkan hasil bahwa pasangan menikah yang telah dikarunia anak, "kepuasan hidup" mereka meningkat jika dibandingkan dengan pasangan tanpa anak ataupun single parent. Sedangkan bagi mereka yang belum menikah, membesarkan anak memiliki sedikit atau tidak ada efek positif pada kebahagiaan mereka.

Salah satu faktor lain yang mengikis cinta dalam pernikahan adalah rasa bosan. "Rasa bosan memiliki implikasi jangka panjang, saya pikir sangat signifikan,” kata co-author Terri Orbuch, seorang profesor peneliti University of Michigan dan profesor sosiologi University of Oakland.

Tapi, kajian Orbuch menemukan fakta bahwa kedekatan dari waktu ke waktu mampu menghilangkan efek tersebut. Kegiatan berbagi satu sama lain dan menghabiskan waktu luang bersama, seperti untuk olahraga, memasak, dan lainnya adalah kuncinya, menurut Orbuch.

Masalah finansial dalam rumah tangga (dan resesi ekonomi global pada umumnya) telah dihubungkan dengan peningkatan jumlah korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga lebih banyak pasangan menghabiskan waktu luang berdua. Dan, menghadapi tantangan emosional dan fisik untuk bertahan hidup dari resesi tentu memberikan dampak positif. Pasangan berpikir dan bekerja lebih keras untuk kebahagiaan keluarga.

Penelitian baru pada kebahagiaan dan perceraian mengatakan bahwa dua di antara tiga pasangan menikah yang mempertahankan pernikahannya dari perceraian akan bahagia lima tahun kemudian. Dan untuk pasangan yang akhirnya memilih bercerai, hanya setengah yang mengaku bahagia setelah melewati perceraiannya lima tahun kemudian.

Jadi, tetap bersama dalam ikatan pernikahan benar-benar membantu Anda menemukan kebahagiaan!(tty)

Jumat, 22 Januari 2010

5 Kebohongan Seks

Cerdas secara seksual berarti Anda berani bersikap kritis dengan menolak kebohongan yang sering dilontarkan seputar hubungan seksual. Berikut ini beberapa kebohongan seks yang biasa ditemui para remaja dan anak muda yang masih belajar tentang arti cinta dan seks menurut Paulus Subiyanto, konsultan pemberdayaan relasi suami-istri.

1. Seks sebagai Bukti Cinta
Gadis-gadis muda biasanya ditipu agar menyerahkan dirinya untuk melakukan hubungan seks pranikah dengan alasan cinta. Di sisi lain, si gadis yang masih hijau ini jadi merasa geer karena menganggap dirinya diinginkan. Padahal, cinta tidak bisa dibuktikan lewat hubungan seks. Seks hanya mengungkapkan cinta sejauh ada komitmen dan tanggung jawab. Di luar itu, tak ada jaminan apa-apa.

2. Seks untuk Merasa Mampu
Tidak sedikit remaja pria merasa bahwa dengan berhubungan seks dirinya mampu. Semakin banyak melakukan seks, semakin hebat. Padahal, peningkatan harga diri seperti itu tidak ada artinya, bahkan menjerumuskan kepada kesia-siaan. Bisa jadi membawa malapetaka, dengan munculnya penyakit kelamin atau merasa makin tak berharga.

Tidak dipungkiri bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk diakui. Namun, pengakuan itu muncul dari kualitas pribadi yang dibangun lewat banyak hal. Kalau Anda mau menggali diri, setidaknya ada satu hal positif yang bisa dibanggakan serta membuat Anda merasa berharga dan berguna. Hal itulah yang sebaiknya dikembangkan.

3. Seks Harus Dicoba
Ada kalangan remaja dan kaum muda yang menganggap bahwa seks sama dengan keterampilan atau alat yang perlu dicoba sebelum digunakan secara terus-menerus. Tentu saja, anggapan semacam itu sangat merendahkan seksualitas manusia. Seks pada dasarnya adalah insting setiap makhluk hidup. Dengan mudah akan bisa dilakukan tanpa perlu dipelajari lebih dahulu. Justru yang perlu dicoba dan diuji adalah komitmen dan tanggung jawab.

4. Seks Memperkokoh Hubungan
Sebagian orang menilai bahwa dinamika kehidupan rumah tangga atau hubungan antarpasangan akan mandek tanpa seks. Sayang, pendapat ini tidak benar. Seks memang penting, tetapi bukan segala-galanya dalam sebuah hubungan. Mungkin ada pasangan yang pisah atau cerai hanya karena suaminya tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan biologisnya. Sikap ini tentu saja mereduksi arti pentingnya cinta dan relasi.

5. Seks Mendewasakan
Di sebagian kalangan remaja dan kaum muda pernah muncul semacam prinsip yang menyebutkan bahwa dengan berhubungan seks, orang semakin dewasa. Kaum muda usia ini lalu berlomba-lomba melakukan uji coba, berkelana, dan menikmati seks tanpa komitmen.

Jelas, kedewasaan diri tidak ditentukan oleh apakah seseorang sudah berhubungan seks atau belum. Atau apakah seseorang banyak berhubungan seks atau tidak. Kedewasaan seseorang ditentukan oleh banyak hal. Kualitas pribadi yang menentukan apakah seseorang bisa disebut dewasa, misalnya berani bertanggung jawab. @abd