Kamis, 29 April 2010

10 ‘Dosa’ Suami Pada Istri

huh, kesal! Suami sulit diajak kooperatif dalam mengurus rumah tangga. Sikapnya manja dan selalu menang sendiri. Enaknya, diapain, ya?

1. EGOIS & KERAS KEPALA
Jangan: Menyerang dengan kata-kata kasar penuh emosi, saat adu argumentasi.
Lakukan: Ajukan keberatan Anda dengan kepala dingin, tanpa emosi. Kemukakan fakta-fakta yang mendukung tanpa nada menyerang ataupun menyudutkan.

2. BERPENAMPILAN SEENAKNYA
Jangan: Selalu mencela penampilannya.
Lakukan: Belikan kemeja yang agak formal, dengan gaya dan warna yang sesuai seleranya. Belikan juga celana jins berwarna gelap berpotongan rapi. Berikan sebagai hadiah ulang tahun, disertai ciuman paling mesra.

3. TERLALU PERHITUNGAN SOAL UANG
Jangan: Berbelanja diam-diam dan menyembunyikan tagihan kartu kredit.
Lakukan: Beri pengertian pada suami bahwa aktivitas berbelanja tersebut bukan sekadar untuk bersenang-senang, namun Anda pun harus mampu mengerem hasrat berbelanja, terutama bila sudah ‘membahayakan’ keuangan rumah tangga.

4. TIDAK LAGI BERSIKAP MESRA
Jangan: Menuduh dia sudah ‘bosan’ karena tidak lagi bersikap mesra pada Anda.
Lakukan: Pancing kemesraannya dengan Anda terlebih dahulu berinisiatif. Seperti mencium pipinya atau merengkuh pinggangnya kala sedang bepergian berdua. Hidupkan lagi kemesraan di antara Anda berdua.

5. SERING HANG-OUT DENGAN TEMAN-TEMAN PRIANYA
Jangan: Menelepon suami berulang-ulang ketika ia sedang bersama teman-temannya.
Lakukan: Utarakan keinginan Anda untuk melewatkan lebih banyak waktu berdua dengan suami. Asal diutarakan dengan manis, semestinya ia bersedia berubah demi kebahagiaan rumah tangga.

6. TERLALU TERGANTUNG PADA ISTRI
Jangan: Memendam kekesalan.
Lakukan: Sekali waktu, bolehlah Anda menolongnya. Tetapi, diwaktu-waktu yang tepat bicarakan bahwa Anda pun memiliki sejumlah kepentingan pribadi yang harus mendapat perhatiannya.

7. CUEK SAAT DIAJAK BICARA
Jangan: Mematikan televisi dan nyerocos tidak keruan jika suami malah ’sibuk’ nonton televisi saat Anda bicara dengannya.
Lakukan: Ikut duduk santai dan menonton bersamanya. Utarakan kepadanya hal-hal yang ingin Anda ceritakan. Kalau ia tetap tak berpaling dari televisi, jangan patah hati dulu. Sebab, walau tampak cuek, bisa jadi ia sebenarnya sedang mendengarkan Anda dengan penuh perhatian.

8. TIDAK SENSITIF
Jangan: Diam saja atau membalasnya dengan kata-kata yang lebih pedas jika suami sering melontarkan kata-kata menyakitkan.
Lakukan: Katakan kepada suami bahwa tindakannya telah menyakiti hati Anda. Mintalah kepadanya untuk menghentikan kebiasaan tersebut dan untuk bersikap lebih peka.

9. MENJADI ‘RAJA’ DI TEMPAT TIDUR
Jangan: Berpura-pura tidur atau memasang wajah cemberut jika suami tak peka saat Anda kelelahan dan sedang tak ingin bercinta dengannya.
Lakukan: Katakan kepada suami mengenai apa yang Anda rasakan. Apabila Anda dan suami sama-sama sibuk di luar rumah, memang sulit untuk menemukan ‘frekuensi’ yang sama untuk bermesraan. Akibatnya, sesekali harus ada pihak yang mengalah. Bicarakan baik-baik agar permasalahannya jelas, dan tidak akan ada pihak yang merasa dirugikan.

10. BERSIKAP SEPERTI TAMU
Jangan: Mengomel sambil mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga jika suami bersikap seolah ia adalah tamu.
Lakukan: Bicarakan keberatan Anda kepadanya. Sebagai seorang partner, tentunya tidak masalah apabila Anda berbagi tugas rumah tangga dengannya.

Selasa, 27 April 2010

Haruskah Langsung Punya Momongan?

Saya dan pasangan tetap bisa mesra meskipun kita sudah menikah.


Apakah Anda termasuk dalam kategori perempuan yang ingin cepat menikah? Bertemu dengan calon suami dan dalam kurun waktu 6 bulan memutuskan untuk menikah? Jangan takut untuk melangkah, bila itu memang sudah menjadi kesepakatan Anda. Namun ada hal-hal yang harus Anda dan pasangan sepakati sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Berikut adalah beberapa hal yang harus disepakati bersama sebelum menikah, menurut Ir Bambang Syumanjaya, MM MBA, Enter-Trainer, Family, and Business Consultant.

1. Waktu untuk lebih mengenal dan menerima pasangan
Setelah menikah tak usah memaksakan diri untuk langsung memiliki anak. Bila Anda langsung dikaruniai anugerah ini, syukurilah. Begitu pula jika Anda berdua memang sudah sepakat untuk langsung mempunyai anak. Bila tidak, luangkan waktu yang ada untuk saling mengenal dan mendalami sifat dan karakter pasangan.

Setelah menikah, sifat asli pasangan akan terlihat. Anda akan terkejut betapa si dia ternyata memiliki sisi-sisi yang tak Anda kenal sebelumnya. Bahkan caranya mengawali hari, misalnya bagaimana ia begitu susah dibangunkan atau enggan sarapan, bisa membuat pengantin baru terkaget-kaget. Perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan pasangan. Jadi, nikmati saja dulu tahapan ini.

2. Tidak ada privasi total atau rahasia
Memang setiap orang punya hal-hal yang tidak di-share dengan pasangan. Tetapi hal ini bukan berarti Anda atau pasangan Anda boleh merahasiakan segala hal dari pasangan. Apalagi jika hal itu menyangkut rumah tangga.

Contohnya, Anda tidak menceritakan bahwa Anda sering berhutang untuk menutup kebutuhan rumah tangga. Atau, suami ingin punya suatu ruangan di rumah yang Anda dan anggota keluarga lainnya tidak diperbolehkan untuk masuk.

''Setiap orang ingin punya waktu untuk sendiri, termasuk juga diri Anda. Tetapi kalau dalam rumah sendiri Anda punya ruangan yang tidak boleh dimasuki orang lain, hal ini menjadi amat ganjil,'' ujar Bambang.

3. Menghindari "medan perang"
Pernikahan adalah proses belajar dan pembentukan karakter kedua pasangan. Dalam proses tersebut pasti ada gesekan, konflik, dan percikan masalah.

Ketika berumah tangga, masalah yang sebelumnya tidak ada bisa muncul. Contohnya, saat pacaran Anda dan pasangan punya waktu tetap untuk bersantai keluar kota atau sekadar menonton dan makan malam. Namun setelah menikah, kebutuhan ini bukan lagi prioritas. Jika Anda memaksakan maka Anda akan menyulut medan perang alias pertengkaran.

Hal-hal kecil seperti ini menurut Bambang seringkali jadi sebab kehancuran pernikahan. Di satu sisi perempuan merasa terabaikan dan kurang diperhatikan, sementara suami merasa kalau hal-hal seperti itu tidak lagi harus dilakukan.

Selasa, 20 April 2010

7 Tanda Anda Bakal Hebat di Ranjang

Apakah Anda merasa senang melakukannya?

Ada suatu kekhawatiran yang dimiliki seorang calon pengantin, atau pengantin baru, menyangkut kehidupan seksualnya. Apakah ia seorang pecinta yang baik? Apakah ciumannya hebat? Dan terutama, mampukah ia memuaskan dirinya dan suaminya di atas ranjang?


Bagaimana pun juga, meskipun bukan hal yang utama dalam menentukan kesuksesan sebuah perkawinan, seks termasuk salah satu elemen penting. Namun, Anda tak perlu memikirkan gaya-gaya heboh yang sering Anda lihat dalam film, untuk mendapat bukti bahwa Anda cukup lihai beraksi di tempat tidur. Amber Madison, konsultan seks dan penulis buku Hooking Up: A Girl's All-Out Guide to Sex and Sexuality, mengungkapkan 7 hal yang membuktikan bahwa Anda seorang pecinta yang ulung:

1. Si dia mengepalkan tangan dan kakinya. Ciri-ciri fisik bahwa seorang pria sedang berada di puncak kenikmatannya adalah ketika ia mengepalkan jari-jari tangan dan kakinya. Saat itu ia berpegangan pada Anda, dan memastikan momen itu tidak berakhir terlalu cepat. Dan, tampaknya apa pun yang Anda lakukan untuknya saat itu berhasil membuatnya terbuai.

2. Ia ingin melakukannya lagi. Ketika Anda berhasil membuat seorang pria melayang, ia tak akan pernah merasa cukup. Memikirkan sesi bercinta yang baru lalu saja bisa membuatnya "bangun" lagi, dan ingin melakukannya lagi, dan lagi. Jadi jika ia terlihat begitu horny, tak usah berpikir dua kali. Berikan apa yang Anda mampu lakukan untuknya.

3. Ia masih saja bersikap flirty sesudahnya. Si dia mungkin sudah kelelahan, tapi dia tak bisa menahan dirinya untuk terus menggoda Anda. Sebab, sesi yang baru berlalu tadi sungguh dahsyat untuknya. Jangan kaget bila setelah tiba di kantor, ia masih menyempatkan diri untuk mengirim SMS berisi pujian tentang aksi Anda tadi. Hal ini juga menjadi sinyal bahwa ia siap mengantisipasi apapun yang terjadi lain waktu.

4. Si dia begitu sensitif sepanjang hari. Mendadak ia berubah jadi begitu siap membantu Anda, meskipun hal itu bukanlah sesuatu yang berat untuk dilakukan. Ia akan selalu mengingat Anda seharian, merasa beruntung karena memiliki Anda. Bila SMS-SMS-nya menjadi pengingat secara verbal betapa ia menginginkan Anda, maka sentuhannya yang terus-menerus bisa Anda lihat sebagai pengingat baginya secara fisik.

5. Ia terang-terangan mengatakan bahwa Anda hebat. Ini bukan sekadar hiburan versi si dia. Jika suami mengatakan pada Anda bahwa Anda hebat, maka memang itulah yang dipikirkannya. Ia tidak sedang berbasa-basi, atau agar tidak ingin melukai hati Anda. Justru ia ingin agar Anda terus melakukan keahlian Anda tersebut. Tak perlu risih dengan pujiannya. Sadari bahwa Anda ternyata punya kemampuan untuk itu.

6. Anda merasa senang melakukannya. Ketika Anda merasa tidak antusias atau tidak nyaman saat berhubungan seksual, si dia pun mungkin tak akan nyaman. Sebaliknya, jika Anda begitu menanti-nantikan momen tersebut, dan menikmati perhatian yang Anda berikan maupun dapatkan, dia pun begitu. Cara termudah untuk mengetahui seberapa hebat seks itu untuknya adalah dengan merasakan betapa menyenangkan seks itu buat Anda.

7. Ia mencoba posisi-posisi baru. Kebanyakan pria pada dasarnya cukup kompetitif. Ketika ia merasa Anda telah melakukan sesuatu yang hebat, ia pun akan terpancing untuk membuat Anda terkesan. Anda mungkin akan melihatnya melakukan gerakan-gerakan atau posisi yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Namun jika apa yang ia lakukan itu tidak menyenangkan untuk Anda, jangan lupa memberitahunya. Dengan sedikit arahan dari Anda, ia pun akan mampu membuat sesi ini tak terlupakan untuk Anda!